PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi ForensikHukum

Amicus Curiae

amicus curiae

Ringkasan Singkat

Pihak ketiga (secara harfiah 'sahabat pengadilan'), seperti psikolog, yang memberikan informasi atau pendapat ahli untuk membantu pengadilan dalam memutus perkara.

Amicus curiae adalah istilah hukum Latin untuk seseorang atau organisasi yang bukan merupakan pihak dalam suatu perkara tetapi diizinkan oleh pengadilan untuk memberikan informasi atau argumen hukum. Dalam konteks psikologi, organisasi seperti American Psychological Association (APA) sering kali mengajukan amicus briefs untuk mengedukasi pengadilan mengenai temuan ilmiah yang relevan dengan kasus tertentu, seperti dampak pengasuhan sesama jenis, reliabilitas kesaksian saksi mata, atau perkembangan otak remaja dalam kasus hukuman mati.

Peran amicus curiae sangat penting dalam menjembatani kesenjangan antara sains perilaku dan hukum. Dengan memberikan ringkasan penelitian yang objektif dan berbasis bukti, psikolog membantu hakim dan juri membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan pemahaman mendalam tentang perilaku manusia. Kehadiran amicus curiae memastikan bahwa pengadilan mempertimbangkan implikasi sosial dan ilmiah yang lebih luas di luar kepentingan sempit pihak-pihak yang bersengketa.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • American Psychological Association. (n.d.). Amicus Briefs.
  • Roesch, R., et al. (2007). Psychology and Law: A Critical Introduction.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback